Wednesday, October 25, 2006

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN

Di kala pikiran salah menduga
Di saat jemari alfa dalam mengungkapkan rasa
Di waktu aksara menorehkan wasangka

Mohon dimaafkan atas segala khilaf dan salah
yang pernah termaktub dipostingan-postingan blog ini 

MOHON MAAF LAHIR BATIN
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI  1427H

Semoga kita semua jadi manusia yang kembali Fitrah
Ssemoga Ke-Imanan dan Ke-Takwaan kita kepada Allah Swt kian bertambah
Insya Allah, kita akan dipertemukan kembali di Ramadhan mendatang
Amien yaa Robbal Alamien
 

Monday, October 16, 2006

C e m a s

Akhirnya kecemasan itu datang juga! Setelah postingan di awal krisis banjir lumpur lapindo bulan Juni yang lalu, semenjak itu rasanya hampir tiap hari mata dan telinga selalu dihadapkan pada berita seputar bencana itu. Di kala itu rasanya saya tidak terlalu khawatir akan efek langsung banjir lumpur ini krn jarak antara sumber lokasi dan rumah maupun kantor masih jauh. Bahkan saya dan beberapa teman masih sempat menengok pengungsi dan memberikan bantuan sembako dari perusahaan.

Namun apa daya, menginjak hingga bulan kelima ini saya harus menghadapi kenyataan dari perkembangan yang ada. Ekspose media lokal, nasional bahkan internasional sudah sedemikian maraknya mengenai musibah ini; tarik ulur pembuangan lumpur ke laut, relokasi warga, ganti rugi korban, pengalihan jalur jalan raya, kemacetan, tanggul yang jebol, antisipasi datangnya musim hujan dan sebagainya...sudah sangat menyesakkan dada !

Kecemasan saya rasakan mulai pertengahan minggu lalu saat berangkat ke kantor. Secara sejak kemacetan mulai hampir 4 bulan yang lalu jadi ”menu” pahit yang kudu ditelan tiap pagi ke kantor, seperti biasa jam 5an pagi udah mulai meluncur dari rumah menuju kantor. Sampai kemudian saya sampai di jalan raya tepat di tol exit tol Porong, Astaghifirullohh..terhenyak kaget sampe merinding saat melihat pemandangan itu! Gimana enggak? Kalo sawah di tepi jalan yang masih saya lihat hari sebelumnya, pagi itu raib tertelan lumpur !! Apa yang nampak didepan saya waktu itu adalah seperti hamparan rawa dan tidak nampak bekas hari sebelumnya masih ada sawah nan hijau disana..hiks..Belakangan baru saya tahu bahwa malam harinya tanggul di desa Siringjebol dan langsung menenggelamkan beberapa puluh rumah warga hingga hanya dalam hitungan jam mereka telah kehilangan rumahnya ..sedihh !!

Ini adalah foto-foto yang sempat saya ambil sepulang kerja minggu kemaren :


arah jarum jam:
1. lumpur yg udah mengintai bibir jalan raya yg tiap hari saya lalui
2. Dulunya rawa itu adalah sawah nan hijau :(
3. Fly over jalan tol Gempol yang sepi tak bisa dijamah kendaraan
4. Rel kereta api yang hanya tinggal bbrp meter dari ancaman lumpur

Semenjak hari itu, setiap saya melewati jalan raya satu-satunya pasca tol ditutup itu, setiap saat itu pula dalam hati saya mulai kebat kebit dan sejumlah tanya bernada ”paranoid” mulai berlarian di pikiran. Jarak lumpur yang kini telah mencapai kurang dari 5 meter dgn jalan raya, sungguh sangat mengkhawatirkan pengguna jalan raya Porong. Berapa lama lagi lumpur itu akan menyantap rel jalur kereta di tepian jalan? Berapa lama lagi lumpur itu akan mengalir ke jalan raya yang saya lewati tiap hari itu? Akankah nantinya saya dan ribuan orang lainnya terpaksa menempuh perjalanan alternatif, hingga sampai 3 jam lamanya untuk menuju ke kantor ? Entahlah....

Hingga postingan ini dipublish, belum ada satupun berita yang mampu menenangkan kekhawatiran saya dan banyak orang lainnya. Kmaren malah ada satu media yang menyebutkan bahwa aliran lumpur mud volcano itu akan berhenti sendiri dan membutuhkan waktu hingga 31 tahun lamanya! Tambahan berita yang gak banget lagi pagi ini saya baca : satu sumber letupan lumpur yang baru ditemukan lagi di desa Jatirejo, Porong tambah membesar, belum lagi running text di satu media TV menyebutkan ”tanggul di desa jatirejo dinilai sudah tidak aman", .........."air mulai merembes di tanggul jalan tol Sby-Gempol km.36-40”.

Musim mudik sudah tinggal hitungan bbrp hari lagi dan jalur utama itu masih belum recover! Belum lagi ancaman sang hujan yang mungkin bisa jadi akan memporak porandakan estimasi pencegahan dari timnas penanggulangan bencana lumpur. Mungkin saya terlalu kecil hati dengan situasi ini, tapi fakta yang ada memang tidak bisa disepelekan begitu saja. Saya hanya berdoa dan meminta padaNYA agar timnas dan seluruh personil yang terlibat langsung dalam penanggulangan musibah ini bisa sabar, tabah dan mampu memberikan yang terbaik dalam usahanya untuk mengatasi bencana ini. Amienn...

Iseng-iseng saya googling, saya temukan satu blog yang di create khusus tentang krisis lumpur lapindo ini. Sangat informatif!! Blog tim geologist ini menyajikan fakta mulai dari proses terjadinya krisis lumpur ini, data pengungsi, desa/perusahaan sampai jumlah ternak yang jadi korban! Berasa belajar ilmu geologi saat baca blog ini. Klik saja di sini buat tahu lebih jauh tentang ”musibah lumpur nasional” ini.

Foto heliview luapan lumpur diambil dari www.detik.com

Monday, October 02, 2006

Birthday Prayer

Ya Allah,
Terima kasih atas semua Rahmad dan Anugerah
yang telah Engkau berikan selama ini :
Keluarga yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan dan cinta,
Kesehatan jiwa dan raga yang tak terhitung nikmat dan nilainya,

Kau hadirkan sahabat-sahabat yang selalu hadir dengan ketulusannya,
Memberikan telinga untuk keluh kesahku,
memberikan pundak untuk airmataku,
memberikan tawa riang saat suka cita, dan
menentramkan hati saat gundah.
Telah Kau pertemukan pula teman-teman hebat
yang selalu menceriakan hari dengan tawa canda dan cerita,
memberikan inspirasi dan menambah warna dalam hidup.

Ya Allah Yaa Robbi
Hari ini aku berdoa agar selalu Kau berikan cahaya
untuk menerangi langkahku dalam ridho dan Rahmad-Mu,
Mudahkan dan ringankan jalan kehidupan yang akan kulalui,
Sempatkanlah aku untuk berbuat yang terbaik dan
untuk membahagiakan keluarga yang mencintaiku,
teman dan sahabat yang menyayangiku dan orang-orang disekitarku.

Ya Allah,
Terima kasih telah Kau berikan satu tahun lagi waktu di kehidupanku,
Amien Yaa Robbal Alamien