Sunday, December 18, 2005

Billy


Image hosted by Photobucket.comSetelah tertunda beberapa lama, akhirnya kelar juga baca 24 Wajah Billy. Butuh konsentrasi penuh untuk bisa memahami kompleksitas 24 kepribadian yang hidup dalam satu raga manusia bernama William Stanley Milligan. Angkat topi buat Daniel Keyes sang penulis atas kerja keras menguraikannya ke dalam buku setebal hampir 700 halaman ini (klik judul diatas untuk versi asli bhs. Inggris, The Minds of Billy Milligan). Dengan tanpa maksud melanggar hak intelektual, klik disini untuk salah satu dari sekian banyak review tentang Billy. Salut buat mereka para peresensi yang mampu mensinopsiskan secara lugas kisah multiplex disorder personality ini. Mungkin karena cukup menantang otak untuk mengelaborasikan cerita ini dalam satu resensi, penerbit Qanita sampai membuat kompetisi resensi buku 24 Wajah Billy.

Kisah Billy hampir sama dengan Sybil yang pada jaman kuliah dulu jadi satu bacaan wajib waktu pendalaman dinamika kepribadian. Jika Sybil muncul dengan 16 kepribadiannya; Arthur, Allen, Ragen, Kevin, Adalana, Philip, Tommy, dsb adalah beberapa nama dari 24 pribadi yang ada dalam diri Billy.

Mengikuti kisah Billy yang beralur flashback ini pada awalnya emang agak membosankan, berasa baca novel hukum fiktifnya John Grisham dengan latar pengadilan, juri-juri, saksi dan pengacara yang saling adu argumen. Mulai menarik pada bagian pertengahan dgn cerita masa kecil Billy yang tumbuh sebagai abused child dengan segala penyimpangan perilaku ayah tirinya, dan bagaimana semua perlakuan devian yang dia terima jadi terkompensasi dalam bentuk pribadi2 yang terpecah belah seperti itu.

Apabila ada pesan yang mesti tersampaikan lewat kisah ini menurut gw justru ada di bagian akhir. Saat-saat Billy telah terbebas dari vonis hakim tetapi dia harus menjalani perawatan mental di Athens Mental Health Center . Saat2 di Athens ini pribadi Billy yang sudah sempat terfusi/bersatu seringkali juga menjadi Billy U = Billy unfused. Bagaimana tekanan2 dari masyarakat luar atas terbebasnya Billy sebagai terdakwa kasus pemerkosaan dan perampokan telah jadi stresor tersendiri buat dia yang bisa dikatakan masih jauh dari stabil. Billy sempat mengalami kemunduran dalam pengobatan yang nampak dari kualitas hubungannya dengan si penulis.

Kisah Billy mengingatkan waktu harus praktek psikologi klinis semasa kuliah di bagian psikiatri/kejiwaan rumah sakit. Saat sebelum praktek, pandangan gw utk menerima org seperti Billy masih sangat sempit dan mungkin hampir sama dengan orang kebanyakan, seperti halnya lebih menyebut mereka sebagai "orang gila" ketimbang "orang sakit mental", cenderung takut atau mencoba menjauhi mereka, dsb. Setelah menjalani praktek dan berada dalam posisi utk harus mendampingi mereka, mulailah sedikit demi sedikit pandangan gw berubah. Pada akhirnya ada kesadaran untuk menghapus batasan yg secara gak sadar mengkotakkan mereka dlm golongan yg berbeda secara hakekat manusia. Kebanyakan orang lebih cenderung memberikan stigma "gila" ketimbang "sakit mental" kepada orang2 yang mengalami kelainan seperti Billy. Padahal support secara psikis dan mental kepada mereka juga bisa menjadi salah satu terapi sosial agar mereka bisa kembali diterima oleh masyarakat sebagai manusia yang bermartabat.

Google bilang kisah Billy ini sedang filming oleh Joel Schumacher dengan judul Crowded Room . Pertanyaan : sejauh mana deviasi yang akan gw liat di film terhadap imajinasi gw pada bukunya ?? ... *kok kayak judul skripsi yaa ?!?!*...... let's wait and see

18 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Punya dua wajah saja sulit, apalagi 24. Tapi kita tidak pernah tahu kalau, mungkin, dalam keseharian, sebenarnya kita punya sedikit cuplikan dari 24 wajah si Billy dengan kadar sangat-sangat rendah.

Thanks untuk info film-nya, nanti tak tonton, dan bandingkan dengan skripsi yang disiapkan Apey :D
doel

2:39 AM  
Blogger Apey said...

Doel : human beings are complex. bisa aja sih kayak gitu :)
Oke deh kalo ntar skripsiku jadi kita compare2 ya :P

7:12 AM  
Anonymous Imponk said...

unik, manusia memang memungkinkan untuk memiliki banyak karakter :D

2:47 AM  
Blogger guario said...

waduh, jadi pengen baca. dulu baca sybill kelas sma aja udah bengang-bengong getoh:D.

10:36 AM  
Anonymous lenje said...

pey, gimana kalo kamu posting pengalamanmu berinteraksi dengan para penderita multiple personality disorder ini? soalnya aku belum pernah baca kisah nyata orang INDONESIA dengan kepribadian ganda.

12:53 PM  
Blogger Apey said...

Imponk: thx udah mampir and coment. Udh ngintip blogmu and...wihh buku2mu top bgt!!

Rio : as a book freak lo mesti baca yang satu ini deh :)

Lenje : pengalamanku berinteraksi sama mereka kan udh luamaa bgt. Dan gak semua MPD sih. Udh bnyak detail yg lupa secara aku gak mendalami klinis lebih lanjut. thx for the idea anyway. Eh kapan hari ada buku kalo gak salah judulnya mereka bilang aku gila kayaknya itu memoir org indo yg kepribadian ganda lho.

1:10 PM  
Blogger Lili said...

wah kiraiin ttg orang yg suka oeprasi plastik wajah. baru liat kemarin di acar Oprah ttg org yg punya penyakit merasa dirinya jelek dan terjadilah operasi berkala di wajahnya...duh kasihan deh...

ttg si Billy...gak yakin kalau film bisa sebagus bukunya...contohnya udah banyak euy...

boleh juga di jadikan skripsi...

8:06 PM  
Blogger desigNani said...

saya sudah beli buku ini 2 bulan yang lalu...tapi gara2 tugas setumpuk...
bah..saya belum membacanya sama sekali mengingat tebalnya buku ini butuh waktu yang lama....
kehekee
*habis ini langsung ke kamar...baca wajah biilly*

3:18 AM  
Blogger ado said...

Yang lain mungkin baru baca kisah2 seperti itu. Tapi hidup bersama penderita gangguan mental? Gak semua orang pernah. Awful, tp juga blessing in disguise. Gimana sih rasanya seluruh ekspresi perasaan manusia harus kita beban dalam waktu sedemikian singkat? Seperti seluruh pengalaman hidup kita diringkas dalam beberapa tahun saja. What an experience! Fyuuhhhh...

7:26 AM  
Blogger Apey said...

Umi Lili hahaha..ini bukan ttg operasi plastik kok, yuukkk kita tungguin filmnya

Nani baca Billy jangan keburu2 non, bacanya nyantai aja kayak baca Davinci Code gitu lho. Aku aja sebulan baru kelar kok, tiap hari dicicil dikit. Kalau buru2 malah gak tau ntar detail ceritanya say..ok..met baca ya :)

7:45 AM  
Blogger Apey said...

Ado, emang pernah ada pengalaman seperti itu? sharing dong...karena aku yakin butuh kesabaran luar biasa utk bisa berinteraksi dan memperlakukan mereka layaknya seperti manusia ciptaan Tuhan :)

9:08 AM  
Anonymous komentator nyasar said...

Emang sebaiknya bukan cuma yg bergelut di "dunia kejiwaan" aja yg baca buku2 beginian, tp semua org!, apalagi kalo seseorang udah mutusin jadi ortu, krn banyak kasus kepribadian ganda atau sakit mental krn dianiaya sewaktu anak2.
Pribadi2 yg terpecah itu kan lahir sbg bentuk pembelaan diri biar bisa survive, kan, bu? ah, sok tau diieeeh...hehehehehe...
Tapi gimana dgn korban2 si Billy, terutama korban perkosaan?? Atau pertanyaan m'dasar,siapa yg bertanggungjawab? Billy? Ayah tiri Billy? Kakeknya? krn mungkin banget juga seorang penganiaya. Atau "kita", tetangga2 dari keluarga yg menganiaya anak2nya tapi ga berbuat apa2 krn "itu urusan domestik mereka"?
Moral dari postingan ini: Perlindungan anak itu emang perlu!! Dan kalo ada orang tua yg menganiaya anaknya, dibilangin,tapi ga berubah...hmmm...ditampol aja kali ya??!

11:07 AM  
Blogger abhirhay said...

jejak hitam dimasa kecil, menguapkan bara dan jelaga sepanjang hidup sang kanak hingga dewasa. menyedihkan, tapi dunia makin kiwari makin menjauhkan manusia dari kemanusiaannya. kian terasing dari entitas humanitasnya. duh! mudah2an kita terlindung dari yg demikian. bukan begitu bukan? pey??

1:15 PM  
Blogger Apey said...

Mas yg nyasar, thx buat wise comentnya. Setuju tuh..secara buku ini based on true story makanya bisa jadi satu referensi buat siapa aja loh. Ngomongin perlindungan anak, mari mulai dari lingkungan sosial kita sendiri, paling tidak kita mesti tau tindakan apa yg harus dilakukan manakala kita dengar ada kasus abused child seperti itu. Banyak berita di media kasus2 penganiayaan anak yg dilakukan oleh ayah/ibu mereka sendiri..miris dan sedih mendengarnya bukan ?! :(

Abhy, seneng baca comentnya :) Betapa indahnya hidup kalau kita bisa dijauhkan dari segala hal yg bisa mengikis hakekat & martabat sbg manusia, makhluk paling mulia ciptaan Tuhan..*duhh jadi sok puitis kayak abhy nih*

7:50 AM  
Blogger zuki said...

700 halaman? ck ck ck ... :-P

7:36 PM  
Anonymous Anonymous said...

best regards, nice info
» » »

1:34 AM  
Anonymous Anonymous said...

Where did you find it? Interesting read »

3:25 AM  
Blogger nide9a said...

Aq udh prnh dgr ttg buku ni...
Jga udh prnh baca sinopsisnya..
Tp tetp ja mpe skrg blm punya bukunya..
Btw, susah jga y mpy kepribadian ganda..
Coz pd dsarnya org yg mpy kperibadian ganda tu butuh pertolongan, bkn cemoohan..
Hm,..sgt layak utk direnungkan...

5:19 PM  

Post a Comment

<< Home