Saturday, August 04, 2007

[most wanted] The Rippingtons Live In Concert - Indonesia) !!!

Sejak gagalnya grup ini batal tampil di Java Jazz tahun ini, saya makin penasaran aja kapankah kiranya super awesome powsome band ini bakal live perform di Indonesia? Tambah menggebu2.com setelah menikmati DVD Restropective 20th anniversary-nya. Thanks a lot for seorang sahabat yang telah berkenan sharing koleksinya kepada saya.

Mohon perhatian !!
postingan ini dimaksudkan untuk menggugah para promotor musik Indo buat ngedatengin Rippingtons live in concert di Indo. So, Om Adrie Subono? Om Peter Gontha? anyone.....pleaseee this is crying for help nih...datengin nih grup ke sini dong..bagus lagi kalo main di Surabaya deh....hehe..

Berikut adalah re-tell dari DVD Restropective, Rippingtons 20th anniversary album.

Baked Potato - di North Hollywood adalah sebuah club kecil tempat dimana para personil The Ripps awal bertemu. Club ini memang jadi tempat perform artis-artis jazz lokal. Disinilah Russ Freeman , pendiri Rippingtons pertama kali bertemu dengan David Benoit & Kenny G yang nantinya akan tergabung dalam formasi awal The Rippingtons.

Nama Rippingtons sendiri berasal dari sebutan Russ saat dia menyaksikan satu show di atas panggung. “Hi that’s a great! Those guys are ripping….rippngtons”…aha!! ..dari situlah ide nama Rippingtons berasal .

Formasi awal the Rippingtons adalah sbb :
David Benoit & Greg Karukas = piano
Bill Lanphier = bass
Tony Morales = drum
Steve Reed = percusi
Kenny G & Brandon Field = saxophone

Discography
Moonlighting album pertama band release than 1986 dengan genre yang nantinya dikenal dengan SMOOTH JAZZ. She like to watch jadi hit album ini. Majalah Jazziz sempat menyebut album ini sebagai album contemporary jazz paling berpengaruh. Setelah album kedua Kilimanjaro release, band mulai mengadakan tournya. Dan disini Dave Koz awal mula terlibat di project The Ripps, bukan sebagai pemain saxophone tapi memainkan EWI (electronic wind instrumen). Seiring dengan bersinarnya perfomance band ini , banyak yang mendebatkan aliran musik mereka masuk ke kategori apa. apakahJazz? Fusion? New age?

Album ketiga Tourist In Paradise semakin mengukuhkan existensi band ini dan memulai tour hingga ke Jepang. Di era 90’s Welcome to the st. james club sempat jadi debut di radio New York. Tidak lama Russ freeman sebagai komposer & producer band memindahkan markas besarnya dari LA ke Colorado. Hal ini membawa impact tersendiri bagi warna album selanjutnya Curse Ahead. Single Aspen di album ini jadi hit dan favorit bagi Russ.
Pada tahun 1992, Weekend in Monaco direlease dan diantara jadwal tour-nya The Rippingtons tampil pada Montreux Jazz Festival di Swiss. Ini saat pertama kali mereka bermain bersama bintang besar lain seperti. Eric Clapton, Ringo Starr, dan The Eagles.

Live in LA, merupakan album live pertama yang direkam dengan tehnik High Definition. Pada tahun 1994 Freeman bersama Andi Howard mendirikan label indipenden Peak Records, dan ber joint venture bersama dengan Concord Records. Semenjak itu Rippingtons sangat produktif dalam menelurkan album dan tidak kurang dari 4 album selama 5 tahun tercipta antara lain : Sahara, Brave New World, Black Diamond dan Topaz.

Black diamond , merupakan album yg menandai 10 tahun perjalanan Rippingtons, dan menembus sbg album nomer satu di Billboard Contemporay Chart. Di akhir 90’s rippingtons banyak mengeksplorasi dan mencoba elemen2 musik dari Karibia, America latin dan indigenous music. Ini dilakukan agar ada variasi dari genre yg selama ini dimainkan oleh The Ripps.

Saat memasuki milenium baru, seiring dengan banyak hal yg terjadi di dalam perjalanan karir The Ripps, Russ kembali memindahkan lagi markas besarnya dari Colorado yang dingin ke Florida, belahan Amerika yg lebih hangat . Tempat yang membawa atmosfir bermusik baru ini langsung terasa di album Life in The Tropics, yang merupakan CD pertama yang direkam secara digital. Setelah itu Album Live across America yang di release, diambil dari live perform mereka di beberapa kota. Album yang terbit selanjutnya adalah Let it Ripp dan warna latin yang kental mewarnai album berikutnya lagi, Wild Card. Di album itu ada vokalis latin : Willy Chirio. Albita, Chanter Moore yang ikut terlibat.

“Make up that made a band unique”, begitu komentar dari Russ mengenai sering gonta gantinya personil didalam The Ripps. Bergantinya personil band menurut Russ Freeman bukan menjadi masalah tapi malah menjadikan band ini unik dengan warna-warna yang selalu berganti. Masing-masing personil membawa keunikan dan expertise masing-masing. Setelah 20 tahun Russ Freeman menyadari bahwa sejak awal adalah tidak mungkin untuk selalu mempertahankan personil yang sama setiap waktu. Seiring dengan banyaknya musisi yang telah memberi nafas dan warna baru di grup ini, saat itulah proses pembaharuan musik yang pada akhirnya bisa terus menjaga eksistensi The Ripps.

Tidak ketinggalan yang perlu dicermati dari 20 tahun perjalanan band ini, ada satu “personil” yang selalu muncul di setiap album. Logo Rippingtons bernama “the Jazz cat” yang unik digambar oleh kartunis Bill Mayer. Logo ini awalnya diambil dari poster festival Jazz Atlanta pada tahun 1984. Setelah muncul pertama pada album Moonlighting, wajah the jazz cat ini selalu ada di setiap cover albumnya, sampai pada CD 20th anniversary-nya.

Rippingtons....you guys so ripp !!!

1 Comments:

Anonymous aroengbinang said...

ada satu lagunya yg aku sangat suka, cuma lupa judulnya :).

aku lagi dengerin lagi neh lagu2nya. emang enak2 seh jeng...

aku jadi pendukung no.2 deh :D

5:35 PM  

Post a Comment

<< Home